Halo, Teman-Teman Pembaca! 👋
Pernah nggak sih kamu merenung sejenak dan bertanya-tanya, "Sebenarnya, di mana sih 'akar' kita sebagai manusia?" Apakah tertanam di tanah tempat kita lahir? Di silsilah keluarga kita? Atau... jangan-jangan ada sebuah jaring kosmis raksasa tak kasatmata yang menghubungkan kita semua?
Nah, lewat novel Supernova: Akar, penulis kebanggaan kita, Dee Lestari, mengajak kita bertualang mencari jawaban dari pertanyaan super mendalam ini! Sebagai buku kedua dari seri epik Supernova, novel ini bakal mendobrak ekspektasi kamu. Kalau kamu mengira ini cuma sekuel petualangan biasa, siap-siap terkejut, ya. Dee Lestari dengan sangat cerdas meramu misteri semesta, filosofi kehidupan, dan kerasnya realitas jalanan menjadi sebuah cerita yang sangat menyenangkan dibaca, tapi tetap sukses bikin kita merenung. Yuk, kita bedah keseruannya bersama-sama!
Dua Perjalanan, Satu Takdir Kosmis
Novel ini punya gaya penceritaan yang unik banget, membelah fokus kita ke dua tokoh dengan latar belakang yang 180 derajat berbeda.
Di satu sisi bumi, kita diajak menembus kabut dataran tinggi Andes dan rimbunnya hutan Amazon bersama Gio. Pria mapan yang juga seorang penjelajah ini sedang dilanda kebingungan dan patah hati luar biasa. Ia nekat menyusuri Amerika Selatan demi mencari cinta sejatinya, Diva Anastasia, yang tiba-tiba hilang tanpa jejak bagaikan kabut di pedalaman Rio Tambopata. Perjalanan Gio ini mewakili pencarian kita di dunia fisik (makrokosmos) yang penuh misteri dan ketidakpastian. Â
Di belahan bumi lainnya, bersiaplah berkenalan dengan Bodhi, seorang backpacker berkepala plontos dan anak punk straight-edge yang nyentrik habis!. Berbeda dengan Gio, Bodhi sama sekali nggak punya "akar" keluarga. Dia ditemukan di bawah pohon asam waktu bayi, dibesarkan di sebuah wihara di Lawang, dan punya semacam "kutukan" empati berlebih. Bayangkan saja, saking kuat empatinya, Bodhi bisa merasakan penderitaan makhluk lain secara ekstrem hingga membuatnya sering pingsan dan tersiksa. Perjalanan Bodhi melintasi Asia Tenggara ini mewakili pencarian panjang ke dalam diri (mikrokosmos). Â
Dari Wihara, Skena Punk, hingga Tato Esoteris di Bangkok!
Yang bikin Akar ini super seru dan sama sekali nggak ngebosenin adalah dinamika perjalanan hidup Bodhi. Keputusannya untuk minggat dari wihara membawanya pada petualangan yang tak terduga. Ia terjun ke jalanan, memalsukan identitas birokrasinya, dan bergabung dengan komunitas punk underground bersama sahabat sekaligus mentor jalanannya, Bong. Di fase ini, kita diajak melihat kritik tajam (tapi asyik!) soal kapitalisme dan apa arti kebebasan yang sebenarnya. Â
Petualangan Bodhi bergulir tanpa henti sampai ke kawasan backpacker di Bangkok, di mana ia bertemu dengan Kell. Pria tampan misterius ini punya 617 tato hitam di sekujur tubuhnya yang konon berisi simbol-simbol rahasia alam semesta. Kell percaya banget kalau Bodhi adalah "Yang Terakhir" (orang ke-618) yang akan melengkapi takdir kosmisnya. Lewat bimbingan Kell, Bodhi belajar seni merajah tubuh (tato). Di novel ini, tato bukan digambarkan sekadar sebagai gaya-gayaan, lho! Tato adalah bentuk seni spiritual tingkat tinggi, sebuah cara untuk menambatkan jiwa manusia yang fana ke realitas dunia fisik. Filosofis banget, kan? Â
Puncaknya, Bodhi harus mempertaruhkan nyawa turun ke arena gladiator bawah tanah yang biadab di kawasan Segitiga Emas, dan bahkan melewati ladang ranjau mematikan di Kamboja demi bisa bersatu kembali dengan Kell dan merajahkan tato ke-618 yang melambangkan kebebasan paripurna. Benar-benar menegangkan! Â
Pesan Tersembunyi: Kita Semua Terhubung!
Terus, kamu pasti bertanya-tanya, apa sih benang merah antara Gio yang luntang-lantung di Amerika Selatan dan Bodhi di Asia Tenggara?
Di sinilah kejeniusan penceritaan Dee Lestari bermain. Sebuah surat elektronik (email) misterius dari "Supernova" menyadarkan Bodhi dan juga kita sebagai pembaca—bahwa nggak ada satu pun hal di dunia ini yang terjadi karena kebetulan. Teori Chaos atau efek kupu-kupu sungguh bekerja dengan sangat rapi. Setiap orang yang kita temui, setiap rasa sakit, dan setiap kehilangan adalah bagian dari harmoni dan skenario alam semesta yang maha luas. Â
Kenapa Kamu Wajib Banget Baca Novel Ini?
Supernova: Akar jelas bukan sekadar novel tentang pencarian jati diri biasa. Dengan bahasa yang kaya, puitis, namun tetap rendah hati dan mudah dicerna, Dee Lestari mengingatkan kita pada satu hal penting. Beliau seakan berpesan bahwa "akar" sejati seorang manusia bukanlah sesuatu yang terikat pada selembar kertas birokrasi negara, silsilah darah, atau harta benda di dunia kapitalis ini.
Akar sejati justru terbentuk saat kita sadar bahwa kita semua terhubung dalam satu jaring kosmis raksasa. Penderitaan satu makhluk adalah penderitaan makhluk lainnya, dan perjalanan satu jiwa pasti akan bersinggungan dengan takdir jiwa yang lain.
Jadi, gimana? Sudah siap untuk ikut mempertanyakan realitasmu dan menyusuri jaring kosmis bersama Bodhi dan Gio? Novel ini sangat recommended buat kamu yang suka cerita petualangan seru namun selalu haus akan asupan filosofis yang mendalam untuk direnungkan. Percaya deh, ketika kamu menutup lembar terakhir dari buku ini, cara pandangmu terhadap diri sendiri dan dunia nggak akan pernah sama lagi! Selamat membaca dan temukan akarmu sendiri, ya! 😊