Langsung ke konten
Langsung ke isi artikel
Info Seputar Usaha

Dari Dapur Balikpapan ke Panggung Taiwan: Kisah Inspiratif Umi Kalsum dan Keripik brownies “Kribow”

jeremihafidz· Wirausaha Digital 9 menit baca

Materi pendamping

Buka materi (PDF)

Di sebuah rumah sederhana di Perumnas Blok VI RT.18 No.52, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, aroma cokelat semerbak setiap sore. Di sanalah Umi Kalsum, seorang ibu rumah tangga bersahaja, memulai langkah kecil yang kelak menggema hingga mancanegara. Dapur rumahnya telah menjadi saksi lahirnya Umi Alan Cookies & Snacks, usaha rumahan yang ia rintis dengan penuh cinta dan tekad. Sambil tersenyum ramah, Umi menyuguhkan secangkir teh hangat kepada saya dan mulai bercerita tentang perjalanan panjangnya. “Semua berawal dari hobi masak di rumah. Dulu saya sering coba-coba resep kue untuk keluarga,” ujarnya pelan. Siapa sangka, dari sudut dapur rumah itu, Umi Kalsum berhasil menciptakan camilan unik Keripik brownies bernama Kribow yang membawanya hingga ke panggung expo internasional di Taiwan.

Sehari-hari, Umi Kalsum menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan perajin kue. Pagi-pagi buta ia sudah berkutat dengan adonan, sembari tetap mengurus keperluan suami dan anak-anak. Nama “Umi Alan” sendiri dipilih sebagai nama usahanya, berangkat dari panggilannya sebagai seorang ibu (Umi) dan nama putranya, Alan. “Buat saya, dapur itu tempat berbagi kasih sayang. Saya ingin setiap orang yang mencicipi kue buatan saya bisa merasakan hangatnya kasih seorang ibu,” tuturnya dengan mata berbinar. Filosofi inilah yang ia tuangkan dalam tagline usahanya, “Renyahnya Bikin Dekat, Manisnya Bikin Hangat”. Bagi Umi, kue buatannya bukan sekadar panganan manis, tetapi jembatan kehangatan yang mendekatkan hati satu sama lain.

Ide brownies keripik lahir dari kejelian Umi melihat peluang. Suatu hari, saat membuat brownies kukus untuk arisan ibu-ibu kompleks, ia berpikir apakah brownies bisa dibuat lebih tahan lama dan praktis dibawa ke mana-mana. Dari percobaan iseng di dapur itu, ia menemukan inovasi brownies dalam bentuk keripik tipis yang renyah. “Awalnya banyak yang heran, masa brownies kok jadi keripik? Tapi setelah coba, mereka ketagihan,” Umi terkekeh mengenang respons pertama para tetangga. Inovasi inilah yang kemudian menjadi landasan berdirinya Umi Alan Cookies & Snacks pada 2024. Dengan semangat belajar, Umi terus menyempurnakan resep brownies keripiknya memastikan teksturnya pas, crispy dengan rasa brownies autentik, namun tetap ringan dan tidak bikin enek. Tak jarang ia harus mengorbankan jam tidur demi bereksperimen di dapur, mencoba berbagai teknik pemanggangan agar Kribow (singkatan dari Keripik Brownies) lahir dengan kualitas terbaik.

Produk Kribow akhirnya resmi diluncurkan sebagai signature product Umi Alan Cookies & Snacks. Kemasannya didesain modern dan menarik, berbalut plastik tebal berwarna cerah dengan logo bergambar ilustrasi ibu dan anak yang hangat. Kribow tersedia dalam beberapa varian, antara lain rasa almond dan keju, dalam kemasan 65 gram yang praktis. Tampilan dan konsepnya yang unik langsung mencuri perhatian. “Saya sengaja kemas apik, supaya orang lihat saja sudah tergoda. Biar tahu kalau produk rumahan juga bisa tampil profesional,” kata Umi sambil menunjukkan bungkus Kribow yang elegan. Kejelian Umi dalam branding terbukti ampuh: slogan hangat, logo bersahabat, serta kualitas rasa premium pelan-pelan membentuk citra brand Umi Alan Cookies & Snacks yang kuat di Balikpapan. Camilan brownies keripiknya mulai dikenal dari mulut ke mulut; para tetangga merekomendasikan ke kerabat, lalu merambat ke pesanan oleh-oleh khas Balikpapan.

Kemasan produk “Kribow” Keripik brownies andalan Umi Kalsum, tampil modern dan menarik perhatian dengan tagline hangat  " one bite and you can't stop" . Inovasi brownies versi keripik ini menjadi ciri khas brand Umi Alan Cookies & Snacks.

Tentu, perjalanan itu tidak selalu manis seperti brownies. Umi Kalsum bercerita tentang berbagai tantangan yang ia hadapi di awal merintis usaha. Salah satunya adalah meyakinkan orang bahwa produknya berbeda dan layak dicoba. “Pernah waktu pertama kali saya titip jual di warung, brownies keripik saya diletakkan di pojok karena dianggap cuma kue kering biasa,” kenangnya. Namun Umi tak menyerah; ia rajin menawarkan sampel gratis di acara PKK dan pengajian, agar lebih banyak orang merasakan sendiri keunikan Kribow. Tantangan lainnya, tentu soal produksi. Sebagai usaha rumahan dengan modal terbatas, ia sempat kewalahan memenuhi pesanan ketika mendadak ada order ratusan bungkus untuk bingkisan Lebaran. Dapur kecilnya nyaris tak berhenti beroperasi dari subuh hingga tengah malam. “Capek pasti, tapi saya menikmati tiap prosesnya,” ujarnya sambil tersenyum. Bagi Umi, kelelahan terbayar lunas setiap kali mendapat pesan testimoni pelanggan yang bilang betapa lezat dan uniknya brownies keripik buatannya. Pesan-pesan itulah yang menjadi penyemangat di kala letih, seakan mengingatkannya pada impian awal: membawa cita rasa Balikpapan ke hati banyak orang.

Ketekunan Umi mulai membuahkan hasil. Perlahan tapi pasti, dukungan datang dari berbagai pihak. Komunitas UMKM lokal di Balikpapan merangkul Umi Alan Cookies & Snacks sebagai salah satu produk kebanggaan wilayah Batu Ampar. Dinas Koperasi dan UMKM kota kerap mengikutsertakan produknya dalam bazar dan pameran daerah. Brand Kribow pun makin dikenal luas sebagai oleh-oleh kekinian Balikpapan. “Saya terharu sekali waktu pertama kali dapat kesempatan ikut pameran di luar kota. Rasanya seperti mimpi,” tutur Umi. Ia ingat bagaimana gemetar tangannya saat menata toples-toples Kribow di sebuah booth pameran UKM tingkat provinsi. Tak disangka, stand Umi justru ramai diserbu pengunjung yang penasaran dengan brownies kriuk ini. Bahkan, seorang pejabat daerah yang mampir memuji idenya yang inovatif. Umi Kalsum kian percaya diri bahwa usahanya berada di jalur yang tepat.

Puncak dari perjalanan inspiratif ini terjadi pada tahun 2024. Berkat reputasi yang kian moncer, Umi Kalsum mendapat kabar bahagia: produknya terpilih untuk dibawa dalam ajang expo UMKM berskala internasional di Taiwan. “Waktu dikabari, saya sampai tidak percaya. Saya ini siapa, hanya ibu rumah tangga kecil-kecilan, diajak pameran ke luar negeri,” ujarnya berkaca-kaca menahan haru. Dengan dukungan penuh dari keluarga dan pembina UMKM lokal, Umi mempersiapkan segala sesuatunya. Ia memastikan produksi Kribow ditingkatkan agar cukup untuk dibawa ke Taiwan, lengkap dengan kemasan berbahasa Inggris sederhana untuk menarik calon pembeli mancanegara. Keberangkatan Umi ke Taiwan adalah pertama kalinya ia naik pesawat dan pertama kalinya pula ia meninggalkan Indonesia. “Deg-degan sekali, tapi saya bismillah saja. Saya berangkat membawa nama Balikpapan,” kata Umi, mengenang detik-detik menjelang penerbangannya.

Sesampainya di Taipei, Umi Kalsum disuguhi pemandangan yang tak akan pernah ia lupakan: lautan peserta pameran dan pengunjung dari berbagai negara di sebuah expo internasional yang megah. Di salah satu sudut arena, terdapat paviliun Indonesia yang menaungi para pelaku UMKM terpilih, termasuk Umi dan Kribow-nya. Hari pertama pameran, Umi mengenakan baju tradisional motif batik Kalimantan Timur demi memperkenalkan nuansa budaya asalnya. Ia berdiri dengan bangga di depan meja kecil berhiaskan deretan bungkus Kribow. Meski lidahnya tidak fasih berbahasa Inggris, senyum tulusnya menjadi bahasa universal ketika menyapa setiap orang yang mendekat. “Please try our crispy brownie, sir,” ujarnya pelan-pelan, menawarkan sampel kepada seorang pengunjung asing. Tak disangka, potongan kecil brownies keripik itu berhasil memancing ekspresi kagum. “Oh, this is brownie? But crispy like a chip very good!” seru salah satu buyer dari Singapura terkejut. Banyak pengunjung tak percaya bahwa camilan seenak itu dibuat oleh tangan ibu rumah tangga dari kota kecil di Indonesia. Booth Umi pun ramai dikerubuti orang yang penasaran, mulai dari pebisnis kuliner, distributor snack, hingga warga lokal Taiwan yang ingin sekadar mencicipi.

Dalam tiga hari expo tersebut, Kribow menjadi buah bibir. Banyak pembeli mancanegara tertarik karena konsepnya beda dan kemasannya modern. Umi Kalsum bahkan mendapatkan kesempatan menjalin kontak dengan calon distributor dari Malaysia dan Taiwan yang serius menanyakan kapasitas produksinya per bulan. “Saya sampai gemetar ketika mereka bilang mau impor produk saya. Rasanya mau nangis bahagia,” kenang Umi dengan mata berkaca-kaca. Meski belum langsung menghasilkan kontrak besar, keikutsertaan di event Taiwan itu menjadi tonggak penting yang mengubah cara pandangnya sebagai pengusaha. Ia menyadari bahwa skala mimpinya boleh lebih tinggi: produk lokalnya ternyata bisa diterima pasar global. Validasi di panggung internasional ini memberi Umi keyakinan bahwa kualitas karyanya mampu bersaing. Ia pulang ke Balikpapan dengan membawa cerita sukses dan segudang pelajaran baru tentang standar pasar internasional, pemasaran lintas budaya, hingga insight untuk inovasi produk ke depan.

Sepulangnya dari Taiwan, Umi Kalsum disambut bak pahlawan oleh komunitas pengusaha kecil di kampung halamannya. “Kami ikut bangga, Bu, Kribow sudah go international!” ujar tetangga-tetangga yang dulu pertama kali mencicipi brownies keripiknya. Dukungan moral itu kian mengukuhkan tekad Umi untuk mengembangkan usahanya. Ia mulai berkolaborasi dengan Dinas terkait agar produknya memenuhi standar ekspor, dari izin halal, PIRT, hingga uji nutrisi. Umi juga aktif berbagi ilmu dengan sesama pelaku UMKM lokal, mendorong mereka agar berani berinovasi. “Ibu Umi itu orangnya rendah hati. Setelah sukses pun, dia masih sempat bimbing kita bikin kemasan yang bagus,” kata salah satu rekan sesama pengusaha makanan ringan. Bagi Umi, kesuksesan sejati adalah ketika ia bisa turut mendukung UMKM Balikpapan untuk dikenal lebih luas melalui produk unggulan lokal. Ia ingin apa yang dicapainya dapat menginspirasi banyak orang, bahwa produk rumahan Balikpapan pun mampu berbicara di kancah dunia.

Kini, Umi Alan Cookies & Snacks terus bertumbuh. Kribow telah mendapatkan apresiasi tinggi di berbagai event, dari tingkat lokal hingga internasional. Pemesanan datang tidak hanya dari Balikpapan, tapi juga kota-kota lain bahkan luar negeri berkat promosi digital. Merek Umi Alan kian dikenal sebagai simbol kualitas dan kehangatan, selaras dengan visi Umi untuk menjadi brand camilan Indonesia yang dikenal luas secara nasional dan internasional. Melihat kemasan Kribow berjajar di etalase toko oleh-oleh atau dibawa wisatawan sebagai buah tangan, hati Umi selalu terasa hangat. Ia teringat masa-masa sulit di awal dulu dan bersyukur tidak pernah menyerah. “Kalau saya ingat dulu ngulen adonan sendirian tengah malam, rasanya semua terbayar,” ujarnya sambil tersenyum haru.

Kisah Umi Kalsum adalah potret kekuatan brand, ketekunan, dan pentingnya dukungan terhadap UMKM lokal. Dari dapur kecilnya ia membuktikan bahwa inovasi bisa lahir dari siapa saja, asalkan ada kemauan untuk belajar dan berjuang. Brand Kribow yang ia bangun dengan penuh ketulusan kini menjadi bukti bahwa produk lokal pun bisa mendunia bila dikemas dengan baik dan dijaga kualitasnya. Pemerintah Kota Balikpapan melalui program Sobat UMKM turut mendorong hal ini, karena dengan mendukung dan membeli produk lokal, kita turut menggerakkan ekonomi demi kesejahteraan bersama. Umi Kalsum telah merasakan betapa gotong-royong komunitas lokal dan pembinaan yang tepat dapat menjadi pijakan untuk melompat lebih tinggi.

Pada penghujung wawancara, Umi Kalsum menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Sambil menggenggam erat tangan saya, ia berujar, “Jangan pernah remehkan mimpi yang lahir dari rumah sendiri. Dulu saya kira ibu rumah tangga seperti saya tak mungkin sukses berbisnis, tapi nyatanya bisa. Kuncinya, jangan malu untuk mulai kecil, terus belajar, dan jangan takut bermimpi besar.” Perkataannya menyadarkan kita bahwa tak ada langkah yang terlalu kecil dalam meraih impian. Perjalanan Umi Kalsum dari meracik brownies di dapur rumah hingga memperkenalkannya di panggung dunia mengajarkan bahwa dengan ketekunan dan inovasi, hal yang tampak sederhana bisa tumbuh menjadi prestasi luar biasa. Ini bukan hanya kisah tentang menjual kue, tapi juga tentang harapan dan semangat yang ditularkan. Sebuah pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa setiap usaha kecil memiliki potensi menjadi kebanggaan besar, selama kita berani melangkah dan saling mendukung. Inspirasi dari Balikpapan ini meneguhkan keyakinan bahwa mimpi yang dipanggang dengan tekad dan cinta kasih, akan mengeluarkan aroma manis kesuksesan yang bisa dinikmati oleh siapa saja.

Bagikan WhatsApp Telegram