Langsung ke konten
Langsung ke isi artikel
Info Seputar Usaha

Batik Shaho: Dari Rumah ke Dunia, Cerita Panjang dalam Setiap Kainnya

jeremihafidz· Wirausaha Digital 4 menit baca

Versi video dari artikel ini

Materi pendamping

Buka materi (PDF)

Hai, Sobat Nusantara! Sudah pernah dengar soal batik khas Kalimantan yang nggak cuma indah tapi juga penuh cerita? Yuk, duduk sebentar dan simak kisah inspiratif dari Balikpapan ini. Kita akan berkenalan dengan Batik Shaho, sebuah brand lokal yang nggak hanya menjual kain, tapi merajut mimpi, warisan budaya, dan semangat keluarga dalam setiap motifnya.

Bermula dari tahun 1996, sebuah keluarga kecil di Balikpapan punya mimpi besar: membawa seni batik Kalimantan ke panggung yang lebih luas. Pak Supartono, sang pendiri, awalnya hanya menjalankan usaha sablon seragam sekolah. Tapi takdir berubah saat beliau mengikuti pelatihan membatik di Balikpapan. Dari situ, benih Batik Shaho mulai tumbuh.

Nama "Shaho" sendiri punya makna yang dalam. Bukan sekadar singkatan, tapi simbol kebersamaan keluarga Supartono, Haryati, Hodri, dan Oki. Ya, Batik Shaho lahir bukan dari pabrik megah, melainkan dari ikatan cinta keluarga dan ketekunan untuk menjaga seni membatik tetap hidup di tanah Borneo.

Motif-motif Batik Shaho bukan sembarangan. Mereka mengangkat simbol-simbol khas Kalimantan Timur seperti anggrek hitam, tameng Dayak, daun sirih, hingga jangkar dan mangrove. Setiap guratan spiral, setiap garis lengkung punya filosofi. Dan inilah yang membuat Batik Shaho berbeda: bukan hanya visual, tapi juga bernilai budaya.

Kini, Batik Shaho bukan cuma dikenal di Balikpapan. Dari pesanan instansi pemerintah, sekolah-sekolah, BUMN, hingga pelanggan dari mancanegara, produk mereka hadir sebagai seragam resmi, cinderamata, bahkan fashion harian. Yang lebih keren, mereka juga punya layanan custom dan pelatihan membatik untuk anak-anak, pelajar, bahkan turis asing.

Bayangkan, wisatawan asing datang ke workshop Batik Shaho, diajari cara membatik, lalu pulang membawa karya mereka sendiri. Bukan cuma membeli oleh-oleh, tapi juga membawa pulang pengalaman dan cerita. Itulah daya tarik Batik Shaho: edukatif sekaligus eksotik!

Tapi kesuksesan ini tidak datang sekejap. Batik Shaho harus melewati badai krisis ekonomi akhir 90-an, persaingan dengan industri tekstil massal, hingga tantangan legalitas usaha. Namun berkat ketekunan dan konsistensi, pada 2019 mereka resmi menjadi CV, memperkuat posisi mereka di mata publik dan pasar.

Oki Hendro Julianto, generasi baru yang kini memimpin Batik Shaho, meneruskan semangat itu. Ia membawa pendekatan profesional ke dalam bisnis keluarga membangun website resmi, menggencarkan promosi digital, dan memperluas jangkauan pemasaran hingga menyasar ekspor. Ini bukan lagi usaha rumahan biasa. Ini adalah industri kreatif modern.

Yang paling bikin salut, Batik Shaho juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk menjadi bagian dari tim produksi. Mereka percaya bahwa membatik adalah seni yang inklusif. Semua orang berhak merasakan kebanggaan menciptakan sesuatu yang bernilai, apapun latar belakangnya.

Batik Shaho juga rajin tampil di berbagai expo, baik lokal maupun nasional. Keikutsertaan mereka bukan sekadar untuk jualan, tapi untuk membangun kesadaran bahwa batik Kalimantan punya kekuatan yang patut diakui. Produk mereka bahkan jadi buah tangan favorit para ekspatriat di Balikpapan.

Oh iya, kamu yang suka tampil stylish dengan sentuhan etnik, wajib banget lihat koleksi mereka: dari kimono kombinasi batik-lurik, kemeja pria motif etnik, sampai kombinasi bunga sepatunya yang bikin jatuh cinta dari pandangan pertama. Setiap produk diproduksi dengan kontrol kualitas ketat dan bahan premium.

Misi Batik Shaho pun mulia: menjaga eksistensi batik Kalimantan Timur di tengah arus globalisasi, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya, dan menciptakan lapangan kerja dari sektor kreatif. Mereka nggak hanya menjual kain, tapi juga membangun masa depan warisan bangsa.

Kamu bisa cek langsung karya mereka di www.batikshaho.com atau follow Instagram mereka buat update koleksi terbaru dan behind-the-scenes proses membatik yang menakjubkan. Siapa tahu kamu tertarik ikut workshop-nya juga, kan?

Jadi, kapan terakhir kali kamu pakai batik bukan cuma karena acara formal? Lewat Batik Shaho, kamu bisa pakai batik dengan bangga entah itu ke kantor, hangout, atau sekadar jalan sore di taman. Karena batik bukan hanya kain, tapi identitas.

Yuk, dukung produk lokal, pakai batik khas daerah, dan sebarkan cerita indah dari Kalimantan. Karena setiap helai Batik Shaho bukan cuma karya seni, tapi simbol ketekunan, cinta budaya, dan bukti nyata bahwa mimpi keluarga sederhana bisa mendunia.

🚀 Gabung Membership BUMBer APM – Hanya Rp199.000/Bulan!

✅ Branding & desain logo, brosur, dan company profile
✅ Aktivasi WhatsApp AI untuk layanan pelanggan otomatis
✅ Konten promosi media sosial dikelola profesional
✅ Rekrutmen & pelatihan tenaga kerja siap pakai
✅ Akses proposal investasi & peluang ekspor

📲 Daftar sekarang & jadilah bagian dari ekosistem bisnis kolektif!
🌐 eduapm.com | 📞 0822-5676-1975

Bagikan WhatsApp Telegram